Home > Gaya Kepemimpinan
 
 
 

Gaya Kepemimpinan

GAYA-GAYA KEPEMIMPINAN

Para ahli sepakat bahwa ada beberapa macam gaya atau pola kepemimpinan. Superviasor biasanya menggunakan satu atau lebih dari satu gaya-gaya kepemimpinan dasar berikut ini :

  •       Otokratis        : “Mengerjakan dengan cara saya sendiri” 
  •       Birokratis        : “Mengikuti aturan”
  •       Laissez-Faire   : “Lepas Tangan”
  •       Demokratis  : “Mengambil keputusan sesuai suara terbanyak”

Setiap gaya mempengaruhi semangat karyawan dalam suatu cara yang berbeda. Setiap gaya bisa menjadi metode yang baik pada waktu tertentu; Marilah kita lihat pada setiap gaya kepemimpinan dan kapan anda bisa menggunakannya.

Kepemimpinan Otokratis

(“Mengerjakan dengan cara saya sendiri”)

Pemimpin dengan gaya “Otokratis membuat keputusan  tanpa meminta pendapat dari karyawannya. Dia memberi perintah dan mengharapkan mereka mengikutinya.


TIPS - Untuk mengetahui kapan kepemimpinan Otokratis bisa digunakan.

Gunakan kepemimpinan Otokratis bilamana :

1.     Karyawan baru yang belum di training yang tidak tahu tugas-tugas mana  yang harus dilaksanakan atau prosedur-prosedur apa yang harus diikuti.

2.     Anda mengetahui bahwa supervisi yang efektif hanya bisa dijalankan  melalui perintah atau instruksi-instruksi yang detail

3.     Para karyawan tidak merespon terhadap gaya kepemimpinan yang lain.

4.     Produktifitas kerja yang sangat besar diperlukan setiap hari atau anda memiliki waktu yang sangat terbatas untuk membuat suatu keputusan

5.     Kekuatan anda mendapat tantangan dari seorang karyawan

6.     Anda bekerja pada suatu perusahaan dimana sebelum anda bekerja disitu, managemennya sangat buruk


Kepemimpinan Birokratis ( “ Sesuai Aturan” )

Supervisor yang birokratis  memanage sesuai ATURAN, kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan yang mana dia harus mengikutinya dan diteruskan kepada para karyawan.

Supervisor birokratis mengandalkan kepemimpinannya untuk membuat keputusan tentang topik/judul “Tidak menyimpang dari aturan Buku”. Tidak ada kreatifitas dalam gaya kepemimpinan birokratis

TIPS – untuk mengetahui kapan menggunakan kepemimpinan birokratis

Gunakanlah kepemimpinan birokratis bilamana :

1.     Para karyawan bekerja dengan peralatan yang berbahaya atau lunak yang membutuhkan aturan / proses (procedure) tertentu untuk mengoperasikannya.

2.     Para karyawan mengerjakan tugas rutin yang berulang-ulang.

3.     Anda menginginkan para karyawan memahami bahwa mereka harus sebagaimana yang tercantum pada aturan sebelumnya.

4.     Anda harus berhenti menggunakan gaya kepemimpinan ini apabila :

5.     Gaya kepemimpinan ini mengakibatkan kebiasaan-kebiasaan kerja yang sulit untuk diatasi, bahkan ketika kebiasaan-kebiasaan itu tidak lagi berguna

6.     Para karyawan kurang minat terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja.

7.     Supervisor menjadi lebih sebagai seorang ‘polisi’ daripada seorang pemimpin.

Para karyawan hanya akan mengerjakan apa yang diharapkan dari mereka dan tidak lebih


Kepemimpinan Laissez-Faire (“Angkat  Tangan”)

Anda menggunakan kepemimpinan Laissez-Faire ketika anda hanya memberikan sedikit petunjuk atau arahan atau tidak sama sekali dan anda memberi kebebasan sebanyak mungkin ke karyawan anda. Dengan gaya kepemimpinan ini anda selalu menyempatkan diri untuk pertemuan (meeting) dengan para karyawan, selain itu anda memberikan kekuatan kepada mereka untuk menentukan tujuan membuat keputusan tanpa masukan (input) / supervisi secara langsung dari anda.


TIPS-untuk mengetahui kapan menggunakan gaya kepemimpinan Laissez-Faire.

1.     Gunakan kepemimpinan Laissez-Faire apabila :

2.     Anda mempunyai karyawan-karyawan yang berketrampilan, berpengalaman dan berpendidikan tinggi.

3.     Karyawan-karyawan anda merasa bangga dengan pekerjaan mereka dan berkemauan untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sendiri dengan sukses.

4.     Anda menggunakan ahli-ahli dari dari luar seperti staff spesialis, konsultan atau sangat trampil lainnya.

       Anda bisa mengandalkan karyawan-karyawan anda sebab mereka bisa dipercaya dan berpengalaman

Dalam kepemimpinan Laissez Fair  para karyawan cenderung merasa bahwa berada didalam businessnya sendiri. Mereka memandang anda tidak sebagai Boss, tetapi lebih sebagai seorang yang siap sebagai seorang yang membantu mereka jika mereka membutuhkan anda. Para karyawan bisa menghasilkan kwalitas kerja yang sangat baik untuk periode yang lama. Namun demikian ada batasan-batasan tertentu dalam menggunakan gaya kepemimpinan ini.

Anda janganlah menggunakan gaya kepemimpinan ini apabila :

 

1.      Anda mungkin membuat karyawan anda tidak aman karena mereka tidak siap

2.      Anda tidak bisa menyediakan umpan balik secara teratur pada para karyawan untuk memberitahu mereka seberapa bagusnya mereka mengerjakan pekerjaan-pekerjaan mereka.

3.      Anda tidak bisa berterima kasih kepada para karyawan anda atas bagusnya hasil kerja mereka.

4.      Anda tidak memahami tanggung jawab anda dan berharap karyawan anda menutupi kekurangan anda.

Kepemimpinan Demokratis

( “Mengambil Keputusan sesuai suara terbanyak” )

 

Kepemimpinan Demokratis membutuhkan partisipasi semua anggota dalam kelompok. Seorang pemimpin yang demokratis adalah seperti seorang pelatih yang berusaha untuk membangun semangat team.

Dia memiliki perkataan terakhir tentang apa yang harus dikerjakan tapi keputusan diberikan setelah mendapatkan input dari semua anggota staf. Seorang yang demokratis tahu bahwa melibatkan para karyawan sebanyak mungkin dalam keputusan yang mempengaruhi mereka.

Secara umum merupakan metode yang sangat efektif.

Tips – Untuk mengetahui kapan kepemimpinan demokratis digunakan.

1.     Gunakanlah kepemimpinan demokratis apabila :

2.     Anda ingin menjaga supaya para karyawan tetap menerima informasi tentang

3.     hal-hal yang berdampak pada mereka

4.     Anda ingin para karyawan berdiskusi dalam tugas-tugas pengambilan keputusan 

5.     dan pemecahan masalah

6.     Anda ingin mengadakan perubahan untuk para karyawan untuk mengembangkan

7.     rasa percaya diri dan kepuasan kerja

8.     Anda ingin mempertimbangkan pendapat-pendapat para karyawan, ide-ide mereka

9.     dan keluhan-keluhan mereka

10.  Anda memiliki para karyawan yang sangat trampil dan berpengalaman

11.  Perubahan-perubahan harus dilakukan atau masalah-masalah harus dipecahkan

12.  yang berdampak pada karyawan atau sekelompok karyawan

13.  Anda ingin mendorong pembangunan team dan berpartisipasi.

 





 
 
 
the99top.com