Pembenaran Mindset
 
 
 

Pembenaran Mindset

 

Semua agama didunia ini adalah alat tujuan untuk menjadi yang baik dan saling menghargai secara vertical dan horizontal. Tapi kadang agama dijadikan suatu komoditas untuk pembenaran sepihak. Padahal agama dalam ajaran islam sudah dijelaskan didalam Rukun Iman. Salah satu contoh pembenaran ada dalam cerita sbb;
Sebuah travel mengantar peserta tour ke bali. Didalam satu bus atau rombongan tidak semuanya beragama muslim, sedangkan kalau kita ke bali tujuannya sudah jelas yakni Refreshing, rekreasi, wisata dan apalagi sebutannya. Seorang Tour Leader ( TL ) cuap2 sambil membawa mike menjelaskan bahkan membawa mereka kesuasana riang dan gembira. Seorang TL adalah memandu, mengatur waktu dan membantu apa yg dibutuhkan oleh customer. Ketika TL mengingatkan peserta tour bahwa mereka tetap bisa melakukan ibadah walaupun kita dalam perjalanan. Beberapa diantara peserta tour ingin melakukan ibadah sholat, sontak dengan antusiasnya TL memberikan jawaban sambil senyum seraya menginformasikan kepada penumpang yg beragama lain untuk saling menghormati. Diperintahkan sang sopir untuk menuju sebuah tempat ibadah paling lengkap di bali yakni Puja Mandala, dimana semua agama bisa terakomodasi untuk melakukan hubungan secara horizontal. TL pun juga mengingatkan kepada para peserta tour untuk mengefektifkan waktunya ketika beribadah, dan TL pun membetri waktu 45menit untuk melakukan ibadahnya, karena masih banyak tempat wisata yg harus dikunjungi dan macetnya kota denpasar. Semua peserta ada yg turun bus ada yng langsunhg menuju tempat ibadah . Selang 45menit sang TL berteriak2 melalui megaphone untuk kembali ke busnya untuk melanjutkan perjalanan wisata. Pada menit ke 50 hanya beberapa yang sudah memasuki bus, 60 menit berlalu ternyata masih ada yng belum masuk ke bus, shg TL kelabakan mencari2 para peserta tour tsb. 1,5jam telah berlalu masih ada saja yng belum masuk bus. Sedangkan yg beragama lain sudah selesai dan ngedumel mengingat jadfwal wisata jadi molor dan singkat.
Dari cerita tertsebut diatas sudah jelas mereka yg merasa dekat dengan Tuhan tidak pernah mau tau tentang keinginan dan kebutuhan orang lain. Pembenaran pola pikir yg terbentuk adalah yang penting aku sudah menunaikan ibadah dan tidak pernah terpikirkan bahwa waktu yang terbuang banyak sangat merugikan driver, TL, teman satu group dan tentunya waktu kunjung sangat singkat.
Sangat ironis sekali bagi mereka yang mementingkan dirinya untuk beribadah tetapi tanpa memperdulikan orang disekitarnya. Pembenaran ini terbentuk sudah lama dan sudah menjadi kebiasaan.
Sebagai umat beragama dan mengerti akan hubungan vertikal dan horizontal, tentunya tidak akan pernah dilakukan mengingat kita adalah makhluk yang mempunyai otak dan merupakan makluk Tuhan yang paling sempurna.
Mari kita renungkan bersama sama, dengan merugikan orang lain apakah kita akan menjadi orang yang mutaqin??????
 
 
 
the99top.com